Aplikasi Pengendalian Hama & Penyakit serta Manajemen Nutrisi pada Tanaman Jeruk dari Tahap Pembungaan hingga Tahap Pembesaran Buah. Produk yang Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, serta Laju Aplikasi: 1. Pencegahan Sebelum Berbunga: Mancozeb WP 80%, encerkan 1000 kali untuk f...
Aplikasi Pengendalian hama & penyakit serta manajemen nutrisi untuk tanaman jeruk, mulai dari tahap pembungaan hingga tahap pembesaran buah.
Produk Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, dan Dosis Aplikasi
1. Pencegahan sebelum berbunga: Mancozeb WP 80%, diencerkan 1000 kali untuk penyemprotan daun.
2. Nutrisi saat penyetelan buah: Pupuk daun senyawa boron-zink + Pupuk Asam Humat Larut Air, diencerkan 800 kali untuk penyemprotan daun.
3. Pestisida pada tahap pembesaran buah: Tungau: Etoxazole SC 11%, diencerkan 2000 kali untuk penyemprotan; Akarisida alternatif: Bifenazate SC 43%, diencerkan 1500 kali untuk penyemprotan; Penyakit kanker jeruk: Kasugamycin AS 2%, diencerkan 1200 kali untuk penyemprotan; Penggerek daun jeruk: Abamectin EC 1,8%, diencerkan 1500 kali untuk penyemprotan; Produk alternatif: Lufenuron SC 5%, 200 mL per hektar, terutama untuk membunuh telur dengan durasi lebih lama.
Poin Penting Pelaksanaan
1. Aplikasikan pestisida sebelum berbunga untuk mengendalikan lalat bunga dan keropeng.
2. Suplementasi unsur hara menengah dan mikro untuk mempertahankan bunga dan buah pada tahap penyetelan buah.
3. Gunakan pestisida yang ditargetkan secara bertahap untuk mengendalikan tungau laba-laba, canker jeruk, dan penggerek daun.
Manajemen Resistensi: Rotasikan akarisida, fungisida, dan insektisida berdasarkan kategori; jangan menggunakan satu jenis pestisida secara terus-menerus. Kombinasikan produk yang membunuh telur dan produk yang membunuh tungau dewasa.
Catatan: Canker jeruk merupakan penyakit karantina. Pembersihan kebun wajib dilakukan untuk mengurangi sumber patogen. Kendalikan konsentrasi pestisida secara ketat selama masa berbunga guna menghindari gugurnya bunga dan buah.
Catatan Tambahan: Dosis standar di atas dapat disesuaikan berdasarkan iklim setempat, pertumbuhan tanaman, serta tekanan hama dan penyakit di berbagai wilayah.