Aplikasi Pengendalian Hama dan Penyakit pada Pohon Buah Daun Jatuh seperti Apel, Pir, dan Persik selama Tahap Meletusnya Tunas, Pembungaan, dan Gugurnya Kelopak Bunga. Produk yang Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, serta Laju Aplikasi: 1. Pembersihan Kebun Sebelum Meletusnya Tunas: 45% L...
Aplikasi Pengendalian Hama dan Penyakit pada Pohon Buah Berdaun Jatuh seperti Apel, Pir, dan Persik selama Tahap Meletusnya Tunas, Pembungaan, dan Gugurnya Kelopak.
Produk Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, dan Dosis Aplikasi
1. Pembersihan Kebun Sebelum Meletusnya Tunas: Belerang Kapur 45%, encerkan 300 kali untuk penyemprotan menyeluruh di seluruh kebun.
2. Aplikasi Pra-bunga: Klorotalonil 75% WP + Tebuconazole 43% SC, encerkan 1000 kali dan campur dalam tangki untuk penyemprotan.
3. Semprotan Pertama 7–10 Hari Setelah Gugurnya Kelopak: Difenoconazole 10% WG + Thiophanate-methyl 70% WP, encerkan 1200 kali dan campur dalam tangki untuk penyemprotan; Produk Tambahan: Etoxazole 11%, encerkan 2000 kali untuk pengendalian tungau.
Poin Penting Pelaksanaan
1. Semprotkan belerang kapur untuk mengeliminasi hama dan patogen yang bertahan selama musim dingin sebelum meletusnya tunas.
2. Gunakan pestisida untuk mencegah embun tepung, karat, dan kutu daun sebelum pembungaan.
3. Aplikasikan pestisida untuk mengendalikan kudis, busuk cincin, penggerek buah, dan tungau setelah gugurnya kelopak.
Manajemen Resistensi Ganti jenis pestisida pada tahap pertumbuhan yang berbeda; hindari penggunaan berulang satu produk saja. Lakukan rotasi insektisida, akarisida, dan fungisida secara terpisah.
Catatan: Kalsium polisulfida hanya boleh diaplikasikan sebelum pembukaan tunas, dan dilarang selama masa berbunga. Sesuaikan interval aplikasi berdasarkan suhu lingkungan.
Catatan Tambahan: Dosis standar di atas dapat disesuaikan berdasarkan iklim setempat, pertumbuhan tanaman, serta tekanan hama dan penyakit di berbagai wilayah.