Hama Sasaran: Ulat kubis, ulat bollworm kapas, ulat tentara, belalang, kumbang daun, kumbang kutu, dan hama pengunyah lainnya. Produk yang Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, serta Dosis Aplikasi: Aplikasi bergantian pada tahap larva muda: 1,20% Chlorantrani...
Hama Sasaran: Ulat kubis, ulat bollworm kapas, ulat tentara, belalang, kumbang daun, dan kumbang kutu serta hama penggerek daun lainnya.
Produk Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, dan Dosis Aplikasi
Aplikasi bergantian pada tahap larva muda:
1. SC Chlorantraniliprole 20%, 150 mL per hektar;
2. ME Emamectin Benzoate 5%, 200 mL per hektar;
3. SC Indoxacarb 15%, 250 mL per hektar; Kombinasi yang direkomendasikan: senyawa Emamectin Benzoate 5% + Indoxacarb 15%, diencerkan 1200 kali untuk penyemprotan; Produk pembunuh telur baru: SC Lufenuron 5%, 200 mL per hektar.
Poin Penting Pelaksanaan
1. Tahap larva muda merupakan waktu pengendalian paling efektif; lakukan pengendalian sejak dini.
2. Gunakan perangkap feromon dan lampu insektisida untuk menangkap dan membunuh serangga dewasa di lahan tanam berskala besar.
3. Gunakan UAV untuk penyemprotan terpadu berskala luas ketika terjadi ledakan hama secara parah.
Manajemen Resistensi: Lakukan rotasi insektisida dengan mekanisme kerja berbeda secara ketat; penggunaan tunggal insektisida dalam jangka panjang dilarang. Alternatifkan antara bahan aktif tunggal dan produk kombinasi.
Catatan: Larva akan meningkatkan asupan makanan secara cepat seiring pertumbuhan instar, sehingga pengendalian harus dilakukan pada tahap larva awal.
Catatan Tambahan: Dosis standar di atas dapat disesuaikan berdasarkan iklim setempat, pertumbuhan tanaman, serta tekanan hama dan penyakit di berbagai wilayah.