Hama Sasaran: Ulat grub, ulat kawat, ulat pemotong, jangkrik tanah, larva akar, dan hama tanah lainnya. Produk yang Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan & Laju Aplikasi: 1. Perlakuan benih: Clothianidin·Imidacloprid FS 35%, pelapisan benih dengan rasio 1:120; Alternatif p...
Hama Sasaran: Ulat kumbang (grub), ulat kawat (wireworm), ulat pemotong (cutworm), kepik tanah (mole cricket), belatung akar (root maggot), dan hama tanah lainnya.
Produk Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, dan Dosis Aplikasi
1. Perlakuan benih: FS Clothianidin·Imidacloprid 35%, lapisi benih dengan perbandingan 1:120; Produk alternatif: WG Dinotefuran 70%, campurkan dengan benih dengan perbandingan 1:200.
2. Perlakuan tanah: EC Phoxim 40%, 3000 mL per hektar, semprotkan sepanjang barisan tanaman.
Poin Penting Pelaksanaan
1. Lapisi benih sebelum penanaman untuk membangun garis pertahanan pertama.
2. Aplikasikan pestisida ke tanah sebelum penanaman di lahan yang mengalami kerusakan berat.
3. Gunakan lampu cahaya ultraviolet (black light) dan larutan gula-cuka untuk menjebak serangga dewasa serta mengurangi produksi telur di lapangan.
Manajemen Resistensi: Gunakan secara bergantian agen perlakuan benih dan agen perlakuan tanah; rotasikan berbagai jenis pelapis benih neonicotinoid.
Catatan: Hama tanah mudah menyebabkan kekurangan bibit. Pengendalian pada tahap penanaman merupakan garis pertahanan pertama yang krusial.
Catatan Tambahan: Dosis standar di atas dapat disesuaikan berdasarkan iklim setempat, pertumbuhan tanaman, serta tekanan hama dan penyakit di berbagai wilayah.