Gulma Sasaran: Rumput kumpai (barnyard grass), sprangletop, crabgrass, goosegrass, green foxtail, alopecurus, wild oat, dan gulma rumput lainnya. Produk yang Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, serta Laju Aplikasi: 1. Penutupan pra-tumbuh di sawah: 60% Butachlor EC, 50%...
Gulma Sasaran: Rumput kumpai, rumput kait, rumput jepit, rumput angsa, ekor rubah hijau, alopecurus, gandum liar, dan gulma rumput lainnya.
Produk Direkomendasikan, Bentuk Sediaan, Kandungan, dan Dosis Aplikasi
1. Penyegelan pra-tumbuh di sawah: EC Butachlor 60%, EC Pretilachlor 50%, masing-masing 2000 mL dan 2200 mL per hektar.
2. Aplikasi pasca-tumbuh di sawah: EC Cyhalofop-butyl 10%, OD Penoxsulam 5%, semprotkan sesuai dosis standar.
3. Penyegelan pra-tumbuh di lahan kering: EC S-metolachlor 960 g/L, 1200 mL per hektar.
4. Aplikasi pasca-tumbuh di lahan kering: EC Clethodim 12%, EC Quizalofop-p-ethyl 5%, EC Haloxyfop-p-methyl 10,8%, semprotkan setelah pengenceran sesuai petunjuk.
Poin Penting Pelaksanaan
1. Gabungkan penyegelan tanah dan penyemprotan pasca-tumbuh.
2. Gantilah herbisida dengan mekanisme kerja berbeda untuk gulma resisten terhadap ACCase.
3. Kurangi populasi gulma melalui rotasi tanaman.
Manajemen Resistensi: Lakukan rotasi antara herbisida pra-tumbuh dan pasca-tumbuh, serta alternatifkan produk dengan mekanisme kerja berbeda.
Catatan: Gulma rumput bersaing ketat untuk memperoleh air dan pupuk. Pengendalian dini memberikan hasil yang lebih baik.
Catatan Tambahan: Dosis standar di atas dapat disesuaikan berdasarkan iklim setempat, pertumbuhan tanaman, serta tekanan hama dan penyakit di berbagai wilayah.