- Ikhtisar
- Produk yang Direkomendasikan
Produk ini merupakan formulasi granul larut dalam air (SG) dinotefuran 20%, yang termasuk dalam kelas neonicotinoid generasi ketiga (subkelompok furanikotinil) insektisida sistemik. Dinotefuran berfungsi sebagai agonis reseptor nikotinik asetilkolin (nAChR) di sistem saraf pusat serangga, menyebabkan overstimulasi neuronal berkelanjutan, sehingga mengakibatkan kelumpuhan, penghentian konsumsi makanan, dan kematian. Produk ini memiliki aktivitas kontak, lambung, dan sistemik, serta pergerakan translaminar yang sangat baik di dalam tanaman.
Cocok untuk berbagai tanaman seperti padi, kapas, sayuran (mentimun, tomat, kubis, dll.), pohon buah-buahan, teh, dan tanaman hias. Digunakan untuk mengendalikan berbagai hama pengisap, termasuk wereng cokelat, wereng punggung putih, kutu daun, lalat putih, thrips, walang sangit, dan wereng hijau teh, serta beberapa hama penggerek seperti penggerek batang padi. Harap digunakan sesuai dosis yang direkomendasikan di area yang terdaftar dan disetujui.
| Nama Produk | Dinotefuran 20% SG |
| Bahan aktif | Dinotefuran |
| Kandungan bahan aktif | 20.0% |
| FORMULASI | SG, Butiran Larut dalam Air |
| Kategori Produk | Insektisida |
| Nomor CAS Dinotefuran | 165252-70-0 |
| Penggunaan Utama | Insektisida sistemik untuk pengendalian hama pengisap dan beberapa hama penggerek pada padi, kapas, sayuran, pohon buah-buahan, dan teh |
| Hama dan Penyakit Sasaran | Hama pengisap: Wereng cokelat (Nilaparvata lugens), wereng punggung putih (Sogatella furcifera), kutu daun (Aphididae), kutu kebul (Aleyrodidae), thrips (Thripidae), walang sangit (Cicadellidae), dan walang sangit hijau teh (Empoasca onukii). Hama penggerek: Penggerek batang padi (Chilo suppressalis) dan penggerek tebu. Juga efektif terhadap kutu putih, kutu sisik, serta beberapa hama dari ordo Coleoptera |
| Jumlah pesanan minimum | 1000kg |
| Pengepakan curah | 25 kg, 10 kg, 5 kg |
| Pengemasan kecil | 1 kg, 500 g, 250 g, 200 g, 100 g, 50 g, 10 g (kantong), 10 kg/karton |
| Dukungan Dokumentasi | ICAMA, COA, MSDS, TDS, Spesifikasi Produk, Informasi Kemasan, dll. |
| Layanan Sampel | Gratis untuk 200 g |
| Tempat Asal | Tiongkok |
| Pemasok | Agrogreat |
| Layanan yang disesuaikan | botol, label, kantong, karton, logo Merek Disesuaikan |
Fungsi Utama
Dinotefuran adalah insektisida neonicotinoid generasi ketiga yang memiliki struktur cincin tetrahidrofuran unik, yang menggantikan cincin kloropiridin atau klorotiazol yang terdapat pada neonicotinoid generasi pertama dan kedua. Perbedaan struktural ini memberikan aktivitas insektisida yang lebih tinggi serta cara pengikatan yang berbeda di lokasi target, sehingga mungkin berkontribusi terhadap efektivitasnya terhadap populasi hama yang resisten terhadap neonicotinoid konvensional. Dinotefuran bertindak sebagai agonis reseptor nikotinik asetilkolin (nAChR) di sistem saraf pusat serangga, termasuk dalam Kelompok IRAC 4A. Zat ini menyebabkan stimulasi berlebihan neuron secara terus-menerus, sehingga mengakibatkan kelumpuhan, penghentian makan dalam beberapa jam, dan kematian. Senyawa ini menunjukkan aktivitas sistemik, diserap dengan cepat oleh akar dan daun, serta didistribusikan ke arah pucuk tanaman. Dinotefuran juga menunjukkan toksisitas kontak dan lambung, serta aktivitas translaminar. Kelarutannya dalam air yang tinggi memfasilitasi penyerapan dan distribusi sistemik yang cepat, sedangkan ketahanannya terhadap hujan mencapai sekitar tiga jam. Dinotefuran tidak menghambat kolinesterase dan tidak mengganggu saluran natrium, sehingga berbeda dari organofosfat, karbamat, dan piretroid.
Manfaat utama
1. Aktivitas insektisida spektrum luas yang efektif mengendalikan berbagai hama pengisap, termasuk wereng cokelat (Nilaparvata lugens), wereng punggung putih, kutu daun, kutu kebul, thrips, wereng hijau, dan wereng hijau teh, serta beberapa hama penggerek seperti penggerek batang padi, penggerek tebu, dan kutu putih.
2. Rentang aplikasi yang luas — cocok untuk padi, kapas, sayuran (mentimun, tomat, kubis, dll.), pohon buah, teh, dan tanaman hias.
3. Aktivitas sistemik dan translaminar yang sangat baik — diserap secara cepat oleh akar dan daun serta didistribusikan ke seluruh bagian tanaman, memberikan pengendalian hama yang tahan lama bahkan di permukaan bawah daun atau di lokasi makan terlindungi.
4. Efek penjinakan cepat — menyebabkan penghentian makan dalam beberapa jam setelah dikonsumsi, diikuti kelumpuhan dan kematian yang cepat.
5. Kimia neonicotinoid generasi ketiga dengan struktur cincin tetrahidrofuran unik, efektif melawan populasi hama yang resisten terhadap neonicotinoid generasi pertama dan kedua, cocok untuk program Manajemen Resistensi Serangga (IRM).
6. Formulasi butiran larut dalam air (SG) — larut cepat dan sempurna dalam air, mudah diukur dan dicampur, dengan stabilitas sangat baik serta tidak menimbulkan debu selama penanganan.
7. Toksisitas rendah terhadap mamalia, burung, dan organisme akuatik; aman bagi tanaman pada dosis yang direkomendasikan
● Tanaman yang sebenarnya dapat ditanami dan spektrum kendali yang berlaku harus sepenuhnya mematuhi ketentuan label terdaftar setempat.
●Petunjuk penggunaan sebenarnya, rentang pemotongan, penyakit, dosis aplikasi, dan kondisi penggunaan tunduk pada label.
●Jangan aplikasikan pada tanaman atau penyakit yang tidak tercantum dalam label lokal.
| Tanaman yang Dapat Diaplikasikan | Penyakit/Hama Sasaran |
| Beras | Wereng cokelat, wereng punggung putih, penggerek batang padi |
| Katun | Aphid, jassid, thrips, kutu kebul |
| Mentimun (budidaya terlindung) | Kutu kebul, thrips |
| Teh | Wereng Daun Teh Hijau |
| Tebu | Penggerek tebu, aphid berbulu tebu |
| Sayuran (tomat, kubis, dll.) | Aphid, kutu kebul, thrips |